Minggu, 03 Maret 2013

Cis dan Trans Kalium Dioksalatodiakromat (II

Laporan Praktikum Kimia Anorganik II
CIS DAN TRANS KALIUM DIOKSALATODIAKROMAT (III)



 






OLEH
Nama          : Fitriana Ibrahim
NPM           : 032910032
Kelas           : A
Semester     : IV (Empat)

Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Khairun Ternate
2012



I.                   Tujuan
Mempelajari pembuatan dan sifat-sifat isomer cis dan trans dari garam kompleks kalium dioksalatodiakromat (III)

II.                Dasar teori
Isomer geometri adalah isomeri yang disebabkan oleh perbedaan letak atau gugus di dalam ruang. Isomer geometri sering juga disebut dengan isomer cis-trans. Isomeri ini tidak tidak reddapat pada kompleks dengan strruktur linear, trigonal planar, atau tetrahedral, tetapi umum terdapat pada kompleks planar segiempat dan oktahedral. Kompleks yang mempunyai isomer hanya kompleks-komplek yang bereaksi sangat lambat dan kompleks yang inert. Ini disebabkan karena kompleks-kompleks yang bereaksi sangat cepat atau kompleks-kompleks yang labil, sering bereaksi lebih lanjut membentuk isomer yang stabil (Syabatini, 2009 : 2).
Pada beberapa senyawa kompleks koordinasi, ikatan kovalen menimbulkan kemungkinan terbentuknya senyawa-senyawa isomer, karena ligan terikat dalam ruangan sekitar ion logam pusat. Yang dimaksud dengan senyawa isomer adalah molekul-molekul atau ion-ion yang mempunyai susunan atom yang sama sehingga bangun dan sifat-sifatnya berbeda. Ada dua keisomeran yang lazim dijumpai pada senyawa kompleks koordinasi yaitu keisomeran cis-trans dan keisomeran optik (Rivai, 1994 : 195).
Keisomeran cis-trans terjadi pada beberpa senyawa kompleks yang mempunyai bilangan koordinasi 4, 5, dan 6. Tetapi untuk bilangan koordinasi 4, keisomeran hanya terjadi pada bangun bersisi empat ligan-ligan sama jaraknya ke logam pusat. Misalnya, senyawa kompleks platina (II), [Pb(NH3)2¬Cl2], mempunyai dua senyawa isomer yang berbeda kelarutan, warna dan sifat-sifat lainnya
Kompleks kobalt (III) etilendiamin, [Co(en)2Br2]Br. Senyawa kompleks ini merupakan/mempunyai dua isomer, yaitu dextro (d) dan levo (l), (Rivai, 1994 : 196).
Werner mengemukakan bahwa jika kompleks logam koordinat empat tipe [MA2B2] memiliki isomer geometri, misalnya isomer cis dan trans, maka dapat disimpulkan bahwa kompleks itu bujur sangkar. Kompleks ini tidak mungkin berbentuk tetrahedral karena bentuk tetrahedral tidak memiliki isomer geometri (Ramlawati, 2005 : 19).
Tipe isomer ruang dimana 2 senyawa berbeda dalam hal kedudukan relatif 2 gugus terikat disekitar ikatan rangkapnya. Sebagai contoh adalah asam fumarat dan asam maleat. Pada asam fumarat, kedua gugusnya yaitu gugus –COOH dan gugus –H terletak pada sisi ikatan rangkap yang sama (disebut bentuk cis) sementara pada asam maleat kedua gugus tersebut terletak pada sisi ikatan rangkap yang berlawanan (disebut bentuk trans). Isomer geometris disebut juga isomer Cis-trans. Contoh lainnya adalah senyawa 1,2-dikloroetena (Mulyono, 2005 : 196).
Campuran kompleks bentuk cis dan trans dapat dibuat dengan cara mencampurkan komponen-komponen non kompleks (penyusun kompleks). Berdasarkan perbedaan kelarutan antara bentuk cis dan trans maka kedua jenis isomer tersebut dapat dipisahkan. Sebgaia contoh kalium dioksalatodiakuokromat (III) dapat dikristalkan secara perlahan dengan melakukan penguapan larutan yang mengandung campuran bentuk cis dan trans. Dengan penguapan, kesetimbangan bentuk cis dan trans dapat digeser ke kanan karena kelarutan isomer trans lebih rendah. Selain itu, pemisahan isomer cis dan trans dapat dilakukan dengan cara mengatur kondisi larutan sedemikian rupa sehingga kelarutan kompleks cis dan trans berbeda. Misalnya kompleks cis-diklorobis (trietilstibin) palladium dapat dikristalkan dalam larutan benzene meskipun dalam larutan hanya ada sekitar 6 % bentuk cis (Tim Dosen Kimia Anorganik, 2010 : 30).
III.             Alat dan Bahan

A.    Alat :
-          Satu set timbangan
-          gelas beker 100 ml
-          gelas arloji
-          gelas ukur 50 ml
-          kertas saring whatman
-          Satu set pemanas listrik/ spiritus
-          satu set pompa vakum
-          batang pengaduk
-          corong
-          cawang penguap

B.     Bahan :
-          Asam oksalat
-          Kalium dikromat
-          Etanol
-          Aquades

IV.             Cara Kerja

A.    Pembuatan isomer Trans-Kalium dioksalatodiakromat ( III ).









Oval: Timbang
12 gram asam oksalat hidrat
Oval: Timbang
4 gram kalium dikromat







 





       Masukkan dalam                                                    masukkan dalam                                                
Oval: Larutkan 5 ml H2OOval: Larutkan 5 ml H2O panas        gelas beker 100 ml                                                 gelas beker 100 ml


 diberi nama                                                             Di beri nama






Oval: Larutan II

Oval: Larutan I

 


                                            larutan II di campurkan kedalam larutan I
dalam  gelas beker


 


                                                                                                                               
Di tutup dengan gelas arloji sementara reaksi berlangsung.
uapkan larutan sehingga volumenya tinggal separuh.
biarkan menguap dengan sendiri pada temperature kamar sampai tinggal sepertiganya sampai terbentuk kristal


 


  Disaring dengan kertas whatman
 Di cuci dengan Aquades
cuci lagi dengan Alkohol
Text Box: Timbang KristalDikeringkan



 
Hitung rendemen


Text Box: Hasil
 



B.     Pembuatan isomer Cis-Kalium dioksalatodiakrobat ( III )







Oval: Timbang
4 gram kalium dikromat




 





ke dua larutan dicampurkan
                                                                                      


Rounded Rectangle: Dihaluskan dalam cawang penguap
 


Teteskan ( 1-2 tetes ) Aquades.
Tutup dengan gelas arloji
Setelah terjadi kontak, reaksi akan berlangsung disertai dengan pelepasan uap air dan karbon dioksida.
Harus dijaga agar campuran tidak menjadi larutan
Lakukan dekantir
Tambahkan lagi etanol yang baru sehingga diperoleh kristal





Rounded Rectangle: Kristal



 


Disaring
Dikeringkan
Ditimbang
Rounded Rectangle: Hitung rendemen 


V.                Hasil Pengamatan

A.    Pembuatan isomer Trans-Kalium dioksalatodiakromat ( III ).


Perlakuan
Hasil
·         12 gram asam oksalat + 5 ml Aquades

·         4 gram kalium dikromat + 5 ml Aquades

·         Kedua larutan dicampurkan

·         Saring dan timbang
·         Berwarna putih keruh


·         berwarna orange


·         Berwarna hitam

·         3,62 gram

B.     Pembuatan isomer Cis-Kalium dioksalatodiakrobat ( III )

Perlakuan
Hasil
·         12 gram asam oksalat + 4 gram kalium dikromat + 1-2 tetes Aquades

·         Penambahan 3 ml etanol

·         Saring dan timbang
·         Berwarna orange kecoklatan



·         Larutan tetap berwarna orange kecoklatan.
·         9,89 gram

VI.             Pembahasan
Dalam percoabaan ini, Isomer geometri mempunyai dua bentuk isomer yaitu isomer cisdan isomer trans-. Dimana isomer cis- dan trans mempunyai sifat dan kelarutan yang berbeda serta warna kristal yang berbeda. Hal ini disebabkan kedudukan molekul-molekul dalam struktur gemetrinya berbeda. Isomer cis terletak berdampingan dengan sedangkan isomer trans terletak berseberangan dengan molekul-molekulnya. Isomer senyawa cis mempunyai warna yang berbeda dengan isomer pada senyawa trans, senyawa cis mempunyai kristal hijau tua sedangkan pada senyawa trans kristal yang terbentuk akan bewarna ungu kehitaman . Untuk memurnikannya kita menambahkan NH4OH.
VII.          Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan ini adalah:
1.      Senyawa koordinasi K[Cr(C2O4)2(H2¬O)].H2O mempunyai dua bentuk isomer geometri yaitu cis dan trans
2.      Isomer cis dan trans mempunyai sifat fisik, kelarutan dan warna yang berbeda.
3.      Isomer dari senyawa cis memiliki kristal yang bewarna hitam, sedangkan isomer trans memilki kristal yang bewarna ungu kehitaman.

VIII.       Daftar pustaka

Anonim. 2010. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : Erlangga
Adkins. 2000. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia.

Ramlawati. 2005. Kimia Anorganik . Bandung : ITB

Underwood, A.L dan Day, R.A. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga






Tidak ada komentar:

Posting Komentar